Kamis, 04 April 2013

Iowa Rep. King scoffs at GOP rebranding


GOP Rep. Steve King of Iowa is having none of his party's talk about rebranding.
In a fundraising pitch to supporters, the potential Senate candidate says the Republican establishment can change tactics, message and try to "out Democrat the Democrats" but "they will never, ever rebrand conservatives."


The Republican Party is undergoing a makeover, after a post-election "autopsy" found that Republicans need to be improve their tone and outreach if it wants to take back the Senate and White House.
While King's fundraising pitch does not specifically mention what he's running for, the six-term congressman is said to be considering a bid next year to succeed retiring Democratic Sen. Tom Harkin. The Iowa race is expected to be one of the most closely watched Senate races in the country, and the outcome could help determine which party is in power.
Why is King fussing? He is known for his criticisms of President Obama and by his own admission likes to talk about the economy and hot-button issues like abortion and same-sex marriage in his campaigns.
Or as Steven Law, president of American Crossroads, put it a couple of months ago, King has a "Todd Akin problem." Akin is the Missouri candidate whose comments about "legitimate rape" last year helped sink his Senate campaign. And while King's fundraising pitch makes reference to "Washington insiders," it's a good bet he means American Crossroads co-founder Karl Rove and friends.

Rabu, 03 April 2013

The top ten reasons for rebranding

1. Mergers, acquisitions and demergers

For the most part, changes of business ownership, such as mergers, acquisitions and demergers, result in an immediate rebranding. The aim here is not only to make the change visible, but also to comply with legal requirements. In the case of demergers, the party that has split off is obliged to develop its own brand.


2. Repositioning

If implemented properly, a change to the positioning and brand promise of a company has major consequences for the organisation. Everything is adapted in line with the organisation’s new strategy and promise: its products or services, HR policy, customer contact, corporate identity, etc.


3. Internationalisation

In some cases, rebranding is necessary so that a brand can also be used internationally. This may be because the brand name is too specific to a particular country (e.g.: NS Internationaal, which has become NS Hispeed).


4. Changing markets

For some companies, changes in the market situation mean that their very existence comes under threat. The digitisation of society in particular is making it necessary for certain sectors to reinvent themselves.


5. Bad reputation

If a brand has a bad reputation and this is having a serious impact on its operating result, rebranding can ensure that negative associations with the brand are ameliorated or dispelled

6. Conflict with stakeholders

Developing a brand may in itself also lead to a rebranding. This may be because the new style is too similar to an existing brand, for example.

7. New CEO

A new CEO often brings a new lease of life to an organisation. This may result in (major) organisational changes that also influence the course the company takes


8. Outdated image

One of the most common reasons for undertaking a corporate rebranding project is modernisation.

9. Changing brand portfolio

Over the years, an organisation has to deal with the development and acquisition of numerous new brands

10. Further development of corporate identity

A few years ago, for the majority of organisations a corporate identity consisted of just a logo, a primary colour palette and typography.

Selasa, 02 April 2013

Design Bank Mandiri

Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardjojo mengatakan bahwa peluncuran logo dan tag line (slogan) baru ini merupakan manifestasi visual program transformasi Bank Mandiri yang diluncurkan sejak 2006 lalu yang terdiri dari 3 fase.
”Tahun 2008 yang merupakan awal dari fase Outperform The Market, merupakan saat dimana Bank Mandiri harus menciptakan momentum guna meraih berbagai kesempatan menjadi Regional Champion Bank. Dalam menciptakan momentum tersebut, kami memandang perlu untuk membekali diri dengan tampilan logo dan tag line (slogan) baru yang merupakan bagian integral dari proses brand transformation, serta merefleksikan jiwa baru Bank Mandiri”.

Perubahan logo sudah dipersiapkan dalam upaya melengkapi proses transformasi yang sedang berjalan dan akan dilakukan secara bertahap, efektif dan efisien dalam tiga tahun ke depan. Seluruh proses perubahan logo dilakukan sesuai dengan kondisi perusahaan dan kebutuhan pasar serta mengacu pada International Best Practice dan prinsip Good Corporate Governance.

“Logo baru Bank Mandiri yang menampilkan tulisan “mandiri” tanpa kata bank adalah sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia ke depan yang akan mengijinkan Bank untuk menjual produk-produk non Bank seperti reksadana, bank assurance dan produk-produk non bank lainnya, serta sejalan dengan rencana Bank Mandiri memiliki anak perusahaan non Bank”, paparnya.

Selain itu, warna biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan dan mencerminkan keseriusan serta tahan uji selain juga melambangkan kesetiaan, kepercayaan , kehormatan yang tinggi dan profesionalisme. Sedangkan warna emas dengan paduan warna orange menunjukan keagungan, kemuliaan, kemakmuran dan kekayaan. Warna keemasan tersebut juga sebagai penarik perhatian yang menunjukkan sifat aktif, kreatif, meriah serta merupakan warna spiritual.

Bentuk Gelombang Emas Cair merupakan simbol dari kekayaan finansial dimana lengkungan emas merupakan metamorphosa dari sifat lincah, progresif, pandangan ke depan, fleksibilitas serta ketangguhan dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan datang.

Sedangkan slogan baru “Terdepan, Terpercaya. Tumbuh bersama Anda”, mempunyai makna sebagai berikut: Terdepan merupakan perwujudan dari kerja keras dan profesionalisme untuk menjadikan Bank Mandiri selalu yang terdepan; Terpercaya merupakan perwujudan dari integritas dan sikap transparansi untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai institusi perbankan yang terpercaya; Tumbuh bersama Anda merupakan perwujudan dari fokus pada nasabah dan dedikasi dari seluruh insan Bank Mandiri untuk tumbuh bersama Indonesia.

Sabtu, 30 Maret 2013

AC Milan

Associazione Calcio Milan Italia (dipanggil A.C. Milan atau Milan saja) adalah sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan. Mereka bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana putih (kadang-kadang hitam), sehingga dijuluki rossoneri ("merah-hitam"). Milan adalah tim tersukses kedua dalam sejarah persepak bolaan Italia, menjuarai Seri A 18 kali dan Piala Italia 5 kali.

Klub ini didirikan pada tahun 1899 dengan nama Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Cricket and Football Club) oleh Alfred Edwards, seorang ekspatriat Inggris. Sebagai penghormatan terhadap asal-usulnya, Milan tetap menggunakan ejaan bahasa Inggris nama kotanya (Milan) daripada menggunakan ejaan bahasa Italia Milano.

Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuat inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale Milan (Inter Milan)

“ Kita akan menjadi sebuah tim iblis. Warna kita adalah merah menandakan api dan warna hitam menandakan rasa takut yang akan menyerang lawan! ” — Herbert Kilpin

Olah Raga khususnya Sepakbola kini tengah memasuki ranah industri berlabel korporasi-komersialisasi. Dan, salah satu konsekuensinya adalah mengikuti kemauan sekaligus beradaptasi dengan 'pasar'. Milan kini tak ubahnya sebuah perusahaan besar yang memungkinkan adanya perombakan bahkan revolusi di manajemennya guna mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi.

Seiring dengan perkembangan zaman, Milan melakukan banyak perubahan. Salah satu perubahan-perubahan mendasar yang dilakukan Milan adalah dengan "REBRANDING" atau "REFRESH LOGO."

Umumnya, selain bertujuan untuk menjadi lebih baik lagi, sebuah perusahaan memiliki makna filosofis dalam hal yang melatarbelakangi rebranding atau refresh logo tersebut. Demikian juga dengan Milan, refresh-refresh logo yang dilakukan Milan lebih kepada faktor historis-visioner. Maksudnya, dalam menjalani musim-musim baik di liga domestik maupun mancanegara Milan -sebagaimana klub sepak bola pada umumnya- mengalami dinamika serta fluktuatif gelar. Terkadang naik, kemudian turun bahkan sempat mengalami masa transisi (kasus calciopoli). Sehingga untuk memacu skuad mencapai puncak prestasi "Dream Team", maka Milan melakukan semacam stimulus dengan melihat sejarah kejayaan masa keemasan Milan sebelum-sebelumnya sehingga dapat melahirkan gelar-gelar baru.

Salah satu hal termudah untuk memvisualisasi tujuan tersebut adalah dengan membuat 'icon' berupa penyegaran lambang utama (refresh logo). Adalah kombinasi-kombinasi logo-logo sebelumnya dengan beberapa hal yang merupakan karakteristik Milan itu sendiri.

Berikut adalah urutan-urutan perubahan logo A.C. Milan dari masa ke masa:


Pada logo terbaru (komparasi dengan logo sebelumnya):
1. Kombinasi garis merah-hitam
urutan garis hitam lebih dahulu kemudian diikuti garis merah, sehingga tampak lebih simetris terlihat jelas masing-masing garis berjumlah tiga buah. sementara di logo lama (sebelumnya), kesimetrian dari jumlah garis tidak terlalu jelas karena garis hitam yang ketiga terletak di akhir dan beririsan dengan lingkar utama (bulat simetris) dari logo.
2. Bentuk tanda 'plus'
jauh lebih tebal dari sebelumnya, guna mempertegas histori pendirian klub ini. Yakni dari orang-orang Inggris (jika diperhatikan: kombinasi tanda 'plus' berlatar putih jika dipisahkan dari kombinasi garis merah-hitam maka akan jelas terlihat bendera negara Inggris). Sehingga lingkar utama (bulat simetris) memiliki makna filosofis bahwa klub ini didirikan oleh orang-orang Inggris di tanah italia dengan kombinasi warna khusus 'rossoneri' yang berarti merah-hitam. Identitas warna klub adalah Merah dan Hitam, sementara identitas pendirinya adalah Inggris (Merah dan Putih). Jadi kombinasi total warna A.C. Milan adalah Merah, Hitam, dan Putih. Hal inilah kemudian tervisualisasikan dalam bentuk jersey (Home: merah-hitam, Away: putih, Third: hitam).
3. Redaksi 'ACM'
sedikit lebih renggang (hanya perkara jarak).
4. Lingkar luar (perisai logo)
sedikit lebih tebal (hanya perkara ukuran)

































Arsenal FC

Berkaitan dengan rebranding tidak bisa dilepaskan dalam segala hal, termasuk dalam dunia olahraga. berikut ini kami bahas sebuah klub asal London Utara Inggris yang juga mengalami perubahan dalam hal logo maupun kostum tim untuk membuat warna dan kesuksesan yang berbeda dalam sejarah perekonomian klub.

Sejarah Klub

Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.

Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, yaitu Piala Liga pada tahun 1987 dan menjuarai Liga Inggris pada tahun 1989 lewat pertandingan dramatis dengan kompetitor gelar, Liverpool. Namun, Arsenal gagal mengoleksi gelar dari kompetisi Eropa, kalah adu penalti dari Valencia 5-4 pada kompetisi Piala Winners setelah skor tetap 0-0.
 
Pada tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh FC Barcelona dengan skor 2-1.

Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.

Setelah mencapai final Liga Champions pada tahun 2006, prestasi terbaik Arsenal hanyalah mencapai babak final pada tahun 2007 dan 2011 pada Piala Liga Inggris, kalah 2–1 dari Chelsea dan kalah dengan skor yang sama dari Birmingham City. Arsenal sudah tidak pernah meraih piala semenjak gelar Piala FA yang didapat pada tahun 2005.

Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.


Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga pada musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry. Stadion ini diganti, dikarenakan kapasitasnya yang terlalu kecil dibanding stadion klub-klub lain, seperti Chelsea F.C..

Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennis Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal.
 

Perubahan Logo Arsenal 1886 - Sekarang

1.  Logo yang pertama kali dipakai ketika Arsenal berdiri sejak 1886
2.  Perubahan logo Arsenal yang pertama dengan nama woolwich Arsenal
 
3.  perubahan terjadi hanya pada gambar meriamnya yang lebih sederhana dari yang kedua
4. Gambar dimana logo terdapat 3 meriam yang merupakan maskot sebuah pabrik senjata yang   dihuni para pendiri Arsenal
 
5. Menjadi logo baru Arsenal ditahun 1980an yang lebih elegan dan simple.dibawahmya juga tertera semboyan klub "Victoria Concordia Crescit
6. Warna putih yang ada dilogo sebelumnya diganti menjadi warna merah dengan striping hijau
7. Tidak ada perubahan pada logo ini hanya terdapat pada warna semboyan klub dan warna emas yang lebih banyak
8. Inilah logo Arsenal yang bertahan sampai sekarang yang dimulai pada tahun 2000-an maskot  klub yaitu meriam dibuat lebih elegan dan tidak rumit dengan warna emas kecoklatan.terdapat juga warna biru yang menghiasi samping logo.semboyan klub juga dihilangkan dilogo terbaru ini
 



Perubahan Kostum




























Jumat, 29 Maret 2013

STARBUCKS COFFEE

Berbicara tentang perubahan pada produksi barang dan jasa juga tidak bisa dilepaskan dari kedai kopi yang satu ini. starbucks juga mengalami perubahan logo. berikut sejarahnya
Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, dan 164 di Thailand.

Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi Starbucks Entertainment dan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak di antara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di toko grosir.

Sejak didirikan tahun 1971 di Seattle sebagai pemanggang dan pengecer biji kopi setempat, Starbucks meluas dengan cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks membuka kedai baru setiap hari kerja, satu tahap yang terus dilanjutkan sampai tahun 2000-an. Kedai pertama di luar Amerika Serikat atau Kanada dibuka pada pertengahan 1990-an, dan jumlah kedainya di luar negeri mewakili sepertiga dari total kedai Starbucks di seluruh dunia. Perusahaan ini berencana membuka 900 kedai baru di luar Amerika Serikat pada tahun 2009, dan telah menutup 300 kedai di Amerika Serikat sejak 2008.

Tentang Logonya : 


Pada tahun 2006, Valerie O'Neil, juru bicara Starbucks, mengatakan bahwa logo ini bergambar "putri duyung berekor ganda, atau siren sebagaimana dalam mitologi Yunani".Logo perusahaan berubah seiring waktu. Pada versi pertama, logo ini didasarkan pada potongan kayu "Norse" abad ke-16,[86] siren Starbucks telanjang atas dan menampilkan dua ekor ikannya dengan jelas. Gambar ini juga memiliki tekstur visual yang kasar dan dimirip-miripkan dengan melusine. Pada versi kedua, dipakai tahun 1987–92, buah dada siren tertutupi oleh rambutnya, tetapi pusarnya masih terlihat. Ekor ikannya juga agak terpotong, dan warna utamanya diganti dari cokelat ke hijau, sesuai almamater Bowker, yaitu University of San Francisco. Pada versi ketiga, dipakai antara 1992 dan 2011, pusar dan buah dadanya tidak terlihat sama sekali, dan hanya sebagian ekornya yang terlihat. Logo "potongan kayu" yang asli hanya dipakai oleh kantor pusat Starbucks di Seattle.

Pada awal September 2006 dan lagi pada awal 2008, Starbucks sementara memperkenalkan kembali logo aslinya berwarna cokelat untuk cangkir minuman panas. Starbucks menyatakan ini dilakukan untuk menunjukkan warisan perusahaan dari kawasan Pacific Northwest sekaligus merayakan 35 tahun operasinya. Logo lama ini memunculkan kontroversi akibat penampilan siren yang telanjang dada, namun pergantian sementara ini sedikit mendapat perhatian media. Starbucks juga mendapat kritik serupa ketika memperkenalkan kembali logo tersebut pada tahun 2006. Logo ini diubah ketika Starbucks memasuki pasar Saudi Arabia pada tahun 2000 dengan menghapus siren dan membiarkan mahkotanya, seperti yang dilaporkan dalam kolom pemenang Hadiah Pulitzer karya Colbert I. King di The Washington Post tahun 2002. Perusahaan ini mengumumkan tiga bulan kemudian bahwa mereka akan memakai logo internasional di Saudi Arabia.

Bulan Januari 2011, Starbucks menyatakan akan membuat perubahan kecil terhadap logo perusahaan, menghapus tulisan Starbucks yang mengelilingi siren, memperbesar sirennya, dan memberi warna hijau. (http://id.wikipedia.org/wiki/Starbucks)


        


Kamis, 28 Maret 2013

American Airlines Rebrands Itself, And America Along With It


American Airlines has just rebranded for the first time in over 40 years. The AA logo of yore is gone, replaced by the Flight Symbol, a red and blue eagle crossed with a wing. And every plane will be tagged with a high-velocity abstraction of the American flag on its tail.
There’s logic behind the decision: AA recently ordered 550 new planes. Many will have composite bodies that can’t be polished with the mirror shine of American’s existing fleet. The look had to be reassessed for brand continuity, so the company has spent the last 2+ years with Futurebrand reconsidering everything from the plane’s finish (it’ll be mica silver paint) to the logo to the website to the interior seats to the terminal kiosks. But it all started with a question: “What are the things that are relevant from all over the world about America?” Rob Friedman, VP of marketing asks.


“The old identity was slightly skewed to a more powerful American image. We needed to move it to, we call it ‘American spirit.’ What’s the side of America people really, really love,” Seger explains. “People have huge love for the eagle, but not necessarily the eagle in the downward position potentially attacking someone.”
So AA kept the eagle, but it ditched the talons and transformed it into the Flight Symbol. It’s both a bird and a wing. But instead of being focused on the hunt, it’s focused on the flight, because sleeping through a coast-to-coast red eye doesn’t make you Top Gun. (Whether you like the new logo or not, as an American citizen, I’m glad it’s been changed.)